Ternyata, Syaikh Utsaimin pun Bercanda

1
Keep smile
Keep smile

Beberapa orang mengira bahwa para ulama senantiasa serius dalam kehidupan mereka dan tidak pernah tersenyum apalagi bercanda. Tapi tahukah anda bahwa para ulama juga manusia, yang tetap membutuhkan senyuman serta canda, selayaknya manusia pada umumnya.

Berikut beberapa candaan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin yang diterjemahkan dari ahlelhadeeth (klik disini).

rumahhufazh.or.id

 

#### candaan pertama

Suatu ketika Syaikh Ibnu Utsaimin sedang membahas pelajaran fikih tentang cacat yang ada pada seorang wanita. Lantas, ada seorang murid yang bertanya kepada beliau : “Wahai syaikh, bagaimana seandainya ada seorang laki-laki menikah, ternyata setelah itu ketahuan istrinya tidak punya gigi, bolehkah dia mencerainya?”

Syaikh Ibnu Utsaimin menjawab : “Dia adalah istri yang sangat istimewa!! Karena dia tidak mungkin dapat menggigitmu!!”

 

#### candaan kedua

Suatu hari Syaikh Ibnu Utsaimin sedang di Makkah dan ingin naik taksi. Mengingat perjalanan yang lumayan panjang, sang sopir pun bertanya-tanya kepada Syaikh dan hendak mengetahui seputar kehidupannya.

Sopir berkata: “Bolehkah aku mengenal namamu wahai Syaikh?”

Syaikh Ibnu Utsaimin menjawab: “Namaku Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin”.

Sang sopir menjawab: “Dengan segala hormat, aku adalah Abdul Aziz bin Baaz (Sang sopir menjawab dengana bercanda karena mengira kalau syaikh Ibnu Utsaimin sedang mencandainya)”

Maka syaikh Ibnu Utsaimin tertawa dan berkata: “Ibnu Baz adalah orang yang buta, bagaimana bisa dia menyopir taksi?”

Maka sang sopir balik menjawab: “Ibnu Utsaimin berada Najd, apa kamu mau mencandaiku?”

Syaikh Ibnu Utsaimin pun tertawa lagi dan pada akhirnya sang sopir benar-benar tahu kalau beliau adalah syaikh Ibnu Utsaimin.

 

#### candaan ketiga

Ada seseorang yang sudah menikah ingin berpoligami dan menikahi seorang gadis dengan tujuan untuk menjaga kehormatan sang gadis.

Maka syaikh Ibnu Ustaimin menjawab: “Berikan saja hartamu kepada seorang pemuda miskin yang tidak mampu dan biarkan dia menikahi gadis tersebut, maka engkau akan mendapatkan 2 pahala”

 

#### candaan keempat

Salah seorang jamaah bertanya kepada Syaikh Ibnu Utsaimin : “Apabila seseorang mendengarkan murattal dari kaset rekaman, kemudian ia mendengar ada ayat Sajdah, apakah ia dianjurkan untuk bersujud?”

Syaikh menjawab : “ Iya, orang tersebut bersujud, kalau kasetnya juga bersujud”.

 

#### candaan kelima

Ada seseorang yang bertanya kepada Syaikh : “Apa yang dilakukan seseorang jika dia selesai berdoa?” (maksudnya adakah hal-hal khusus yang dianjurkan bagi seseorang yang selesai berdoa)

Syaikh Ibnu Utsaimin menjawab: “Menurunkan tangan”

- Advertisement -