Koalisi Arab Mendesak PBB Menindak Rezim Iran Yang Membuat Kekacauan Di Yaman

0

RIYADH (gemaislam) – Para menteri luar negeri dan kepala staf negara-negara anggota Koalisi Arab yang mendukung legitimasi di Yaman meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk merevisi alat dan mekanisme pencarian fakta-fakta setelah laporan palsu mengenai  korban anak-anak dalam konflik bersenjata.

Dalam sebuah acara yang digelar pada akhir pertemuan mereka di Riyadh pada hari Minggu malam, mereka menolak bagian dari laporan sekretaris jenderal PBB karena berisi informasi palsu dan menyatakan reservasi yang kuat atas laporan tersebut.

Pada saat yang sama, mereka memuji bagian-bagian dari laporan tersebut, yang memuji tindakan yang diambil oleh Koalisi untuk melindungi warga sipil, kata Kolonel Turki Al-Malki, juru bicara Koalisi Pasukan dalam sebuah konferensi pers.

Duta Besar Osama Naqli, ketua Departemen Media di Kementerian Luar Negeri, juga menghadiri konferensi pers tersebut.

Al-Malki mengatakan bahwa pertemuan tersebut dengan keras mengecam peran negatif yang dimainkan oleh Iran di Yaman dengan mendukung milisi kudeta dengan senjata, amunisi, rudal balistik dan ranjau yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap Resolusi Dewan Keamanan No. 2216, menekankan bahwa rezim Iran dan mesinnya bertanggung jawab atas ketidakstabilan keamanan di wilayah tersebut.

Para menteri dan pejabat militer mengecam pembunuhan milisi terhadap orang-orang Yaman dan menyebabkan mereka kelaparan, ketakutan, dan penyakit.

Mereka juga mengecam upaya milisi untuk mengutak-atik upaya adu domba orang-orang Yaman dan mengancam keamanan dan stabilitas negara-negara di kawasan ini, khususnya Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain, selain menghalangi navigasi maritim di Bab Al Mandab, salah satu penyeberangan air terpenting di dunia.

Al-Malki mengatakan bahwa pertemuan tersebut menekankan pentingnya untuk melawan praktek-praktek permusuhan yang dilakukan oleh milisi kudeta, dan menegaskan kembali status mereka atas legitimasi, keamanan, kesatuan, stabilitas dan integritas teritorial Yaman selain melindungi rakyat Yaman dari milisi pelanggaran terus menerus Mereka juga menggarisbawahi kebutuhan untuk menghadapi Al-Qaeda dan organisasi teroris lainnya.

Pertemuan tersebut mengecam pelanggaran mencolok yang mengancam penghacuran ka’bah situs suci Islam, dan menargetkan Makkah dengan serangan rudal, sebuah tindakan yang dikutuk oleh dunia Muslim.

Mereka juga mengecam tindakan kriminal militan kudeta, seperti menyalahgunakan anak-anak dalam konflik bersenjata dan juga mengepung kota-kota dan menjarah bantuan kemanusiaan, yang menyebabkan epidemi dan kelaparan di kalangan warga sipil.

Sementara itu mereka memuji peran kemanusiaan yang sangat besar telah diberikan oleh Pusat Bantuan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan Raja Salman, para menteri dan pejabat menegaskan kembali komitmen penuh negara mereka untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan kepada orang-orang Yaman. (MCA-iz)

 

 

 

sumber ; SG

- Advertisement -

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY