Ketua Majelis Wakaf DPP. Perhimpunan Al-Irsyad: Hakim Jangan Terkecoh Dengan Alasan Subjektif Penangguhan Ahok

0

JAKARTA (gemaislam) – Menanggapi dan menyikapi persoalan penangguhan penahan atau pengalihan penahan saudara Basuki Tjahya Purnama alias Ahok, Ketua Majelis Wakaf DPP. Perhimpunan Al-Irsyad Mu’adz Masyadi S.H menilai bahwa Hakim jangan sampai terkecoh dengan issue tersebut.

“Hakim jangan terkeceoh dengan alasan subjektif tersebut, persoalan penangguhan penahanan baik yang diminta pengacara maupun pendukung Ahok itu memang sengaja dibuat. Saya harap hakim tidak terkecoh dengan argument seperti itu,” kata Mu’adz kepada gemaislam, Rabu (10/5) saat ditemui di kantornya Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat.

rumahhufazh.or.id

Sebagai praktisi hukum, Mu’adz menyebutkan, penangguhan atau pengalihan penahan ada dua alasan,yaitu alasan subjektif dan objektif.

“Alasan objektif, penangguhan penahanan terhadap sesorang dengan status terdakwa di atur dalam pasal 31 ayat 1 yang berbunyi “Atas permintaan tersangka atau terdakwa, penyidik atau penutut umum atau hakim, sesuai dengan kewenangan masing-masing dapat mengadakan penangguhan penahan dengan atau tanpa jaminan uang atau jaminan orang berdasarkan syarat yang di tentukan,” jelas Mu’adz.

Sementara itu, lanjut Mu’adz, rincian syarat-syarat penangguhan penahan di perjelas dalam pasal 31 ayat 1 KUHAP. Alasan subjektif dapat di jelaskan “Penangguhan penahan atau pengalihan penahan dalam kasus penodaan agama sangat tidak di mungkinkan untuk di kabulkan penangguhan penahan tersebut”.

Ia melihat, dari beberapa kasus tentang penodaan agama tidak pernah terjadi penangguhan atau pengalihan penahanan,apabila penangguhan penahanan atau pengalihan penahanan terhadap Ahok di kabulkan oleh hakim maka ini berakibat sangat mencoreng atau preseden buruk bagi perkembangan hukum di tanah air.

“Jika ini dikabulkan maka akan menjadi preseden buruk bagi bangsa yang kita cintai ini, karena alasan subjektif tidak ada satupun yang mendukung alasan penangguhan tersebut,” ungkapnya. (ab)

- Advertisement -

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY