Sungguh Terlalu Muassasah Syekh Utsaimin Rohimahullah

0
Gerbang pintu muassasah Syekh Ibnu Utsaimin (Foto: Said Ibrohim)
Gerbang pintu muassasah Syekh Ibnu Utsaimin (Foto: Said Ibrohim)

Oleh: Said Ibrohim*

Selesai sudah dauroh ke-16 Syekh Utsaimin Rohimahullah yang dimulai hari kamis, 18 Sya’ban 1437 H sampai 28 Sya’ban 1437H di Unaizah, Saudi Arabia.

Dihadiri (peserta –red) dari berbagai negara seperti Saudi, Mesir, Yaman, Oman, Pakistan, Pantai gading, Malaysia dan lain-lain. Yang didominasi para penuntut ilmu berasal dari Indonesia yang mencapai 70 peserta.

Berbagai fasilitas diberikan dari tempat tinggal, makan tiga kali sehari, buku mutun dauroh dst. Semua diberikan secara cuma-cuma.

Dauroh tahun ini pematerinya Prof. DR. Sami bin Muhammad As-suqir DR. Abdurrohman bin Sholeh Ad-dahs dan DR. Khalid bin Abdillah Al-Muslih hafidzohumullah. Mereka semua adalah murid senior Syekh Utsaimin Rohimahullah dan dua diantaranya adalah menantu beliau Rohimahullah.

Diakhir dauroh, penyelenggara dauroh memberikan mayoritas para peserta 1000 real (3,6 Juta Rupiah) bahkan lebih dalam bentuk voucher untuk membeli kitab kitab karangan Syekh Utsaimin Rohimahullah.

Dan ditambah lagi hadiah haqibah thullab karya Syekh Utsaimin diantaranya Syarh Aqidah ahli sunnah wal jamaah, Syarh nuzhah an nazor, Syarh qowaid ibnu rajab 2 jilid, Syarh umdah al ahkam 2 jilid, Majalis ramadhan dll. beserta seritifikat dauroh kepada semua peserta.

Kitab-kitab untuk hadiah peserta dauroh
Kitab-kitab untuk hadiah peserta dauroh

Tidak sampai disitu, pihak penyelenggara dauroh pun menyediakan transportasi dua bus kepada kami terlebih khusus para penuntut ilmu yang berasal dari Indonesia untuk kembali ke Madinah, melihat jumlah yang sangat banyak dan setiap peserta membawa pulang minimal dua karton buku karya Syekh Utsaimin Rohimahullah.

Keberkahan ilmu Syekh Al-‘Allamah Muhammad Sholih Al-utsaimiin Rohimahullah sangat kami rasakan, “Sungguh terlalu” pihak penyelenggara dan Masyayikh selama dauroh kepada thullab ilmi. Semua kembali dengan senyuman yang lebar dan rasa syukur yang tiada hentinya. Jazahumullah khairan.

*Penulis adalah mahasiswa Universitas Islam Madinah KSA

 

- Advertisement -

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY